FANFIC
Title : Let's Battle
Author : Aii/Ella/Hikaru Raira
Rating : NC17
Genre : Smut
Chapter : Oneshot
Band : ViViD, BORN
Pair : Ryoga x Ryouga , Ryouga x Ryoga -__-''
Disclaimer : ko-ki is mine~~ /kicked XDD
Warning : Shoi-ai, gak suka? pergi sajah, tapi berikan sedekah anda XDD /bahbah
Malam ini tidak ada yang kelihatan berbeda di apartemen Ryouga, hanya saja kegaduhan di dalamnya yang membut kamar ini berbeda.Hari ini Ryoga datang, entah merasa tertantang atau bagaimana dia ingin membuktikan pada Ryouga kalau dirinya adalah seorang seme.
"Tidak akan kubiarkan, Aku seme" Ryoga berontak saat tangan Ryouga menjamah tubuhnya yang kini tak terbalut kain. Tanpa banyak omong Ryouga berusaha melepas kain yang menutupi bagian bawah Ryoga, berusaha mendapatkan milik Ryoga.
"Menjauh, harusnya aku yang begitu" Ryoga yang tidak mau kalah berusaha menghentikan pergerakan Ryouga yang sudah mulai mneguasai dirinya, tapi lagi-lagi dengan gesit tangan Ryouga mudah menanggalkan bawahan milik Ryoga.
"Cih," Ryoga semakin tidak mau menyerah, dia berusaha mendorong Ryouga kesisi lain, tapi sepertinya Ryoga mendapat kesulitan karena kini dia berada dibawah Ryouga, tanpa Ryoga duga ternyata seperti ini kekuatan Ryouga.
"Sshhh..Ahh.." Ryoga mendesah pelan saat Ryouga menyentuh miliknya,
"Hh..a..apa..apaan kau" Ryoga berusaha membuat Ryouga lengah, dia menyambar bibir Ryouga lalu melumatnya dalam-dalam. Tapi, sepertinya tindakan Ryoga justru membuatnya semakin terdesak, Ryouga menjadi lebih agresif.
"Aaarghh.. hhh.. hei, hh..Hh.." Ryoga menjerit kaget saat Ryouga berusaha masuki miliknya kedalam tubuhnya, 'Cih, enak saja dia duluan. Aku semenya, aku yang harus menaklukkan dia' begitulah batin Ryoga dalam hati. Karena kesal ryoga mencoba mendorong Ryouga lebih kuat, mencoba untuk membuat Ryouga berada di posisi di bawah.
"AHA!! posisi ini yang wajar" ucap Ryoga begitu berganti posisi, kini dia berada diatas Ryoga. Tangannya mulai bermain cepat dibaju Ryouga, membuka kancing kemeja Ryouga satu persatu, sementara bibirnya beradu dengan bibir Ryouga.
"HHh.. kau ngotot .. sekali" Ryouga buka suara, dia melumat lidah Ryoga dengan liar, sebelah tangannya berusaha melindungi miliknya agar tidak disentuh Ryoga.
"Jauhkan tanganmu, mengganggu saja. Lagi pula kau belum terbuka, ini tidak adil" tangan Ryoga kini sibuk dengan celana milik Ryouga, tangannya sibuk meraba-raba dimana milik Ryouga.
"Keluarkan tanganmu" Ryouga manjauhkan tangan Ryoga dari miliknya.
"Tak akan, karena aku semenya" dengan tarikan paksa kini celana yang menghalangi milik Ryouga dilempar kesembarang tempat. Ryoga kembali menyambar bibir Ryouga, menciumnya dalam-dalam memainkan lidahnya dengan lidah Ryouga, sesekali dia beralih ke leher Ryouga, menggigtnya dengan taringnya yang tajam. sementara tangannya yang lain mengadu miliknya dengan milik Ryouga.
"Ahhh..hh,,"Ryouga terus mendesah saat Ryoga menggesekkan miliknya kemilik Ryouga, seulas seringai menghiasi bibir Ryoga.
Kini mulutnya beralih ke milik Ryouga lalu mengulumnya,
"Ahhh...hh" Ryouga menegakkan kepalanya keatas untuk lebih menikmasti permaian lidah Ryoga.
"Kemari kau, kita lakukan posisi 69" ucap Ryouga, Ryoga hanya menurut saja, dia masih menikmati milik Ryouga yang ada dalam mulutnya. Sementara Ryouga sedang menikmati lubang milik Ryouga.
"Arggh..hh.." Ryoga menjerit begitu 3 jari Ryouga memasuki lubangnya.
"Ahh..hh.. sialan kau" ucap Ryoga kesal, dia menggigit bibir bawahnya untuk menahan sakit, Ryoga tersenyum melihat Ryoga kesakitan seperti itu. Ryouga menggunakan kesempatan ini untuk bertukar posisi sementara Ryoga sibuk dengan rasa sakitnya.
"Aaaahh.." Ryoga mendesah begitu Ryouga memasukan miliknya ke tubuhnya, Ryouga terus mendorong miliknya agar lebih masuk kedalam.
"Ahh.. akhh.. hh" Ryouga terus mendesah, memejamkan matanya sambil meremas rambut Ryouga untuk menahan sakitnya. Bibir Ryouga menyambar bibir Ryoga, saling memanjakan lidah masing-masing, sementara bagian bawah Ryouga juga bekerja untuk memuaskan dirinya dan Ryoga. Nafas Ryoga mulai tidak beraturan, tubuhnya panas.
"Huh!? sekarang kita tau siapa semenya" ucap Ryouga menatap wajah Ryoga yang sudah berkeringat.
"Hh.. hh.. k...kau curang" jawab Ryoga dengan nafas tak beraturan.
"Kau mau aku yang memuaskanmu?" tanya Ryouga masih memaju mundurkan miliknya ke tubuh Ryoga.
"Aakh.. ti..tidak, ahh.. aku semenya" Ryoga tetap ngotot untuk menaklukkan Ryouga,
"Mana bisa dengan tubuh sudah lelah begitu" ledek Ryoga, mendengar kata-kata itu Ryoga mendorong tubuh Ryouga hingga bertukar posisi lagi.
"Huh!? aku masih punya tenaga yang banyak untuk menaklukkanmu"
"Oh ya? ayo kita serius sekarang, yang bisa bertahan sampai akhir dia pemenangnya"
"Ha!? apa maksu..." Ryouga langsung menyambar bibir Ryoga lalu melumatnya.Ryoga yang tidak mau kalah ikut mengadu ketangkasan lidahnya dan memanfaatkan gigi taringnya. Ryoga turun ke leher Ryouga, lalu menggigit gigir leher Ryouga yang masih putih itu. Ryouga juga tidak mau kalah mendorong Ryoga agar Ryouga kembali berada diatas Ryoga, tangannya meremas-remas milik Ryoga yang sudah menegang, Ryoga yang sadar miliknya disentuh berusaha mendorong Ryouga, tapi Ryouga memiliki kekuatan yang tidak dibayangkan olehnya.
"Rasakan ini!" Ryouga menyeringai sambil memegang miliknya lalu menggesekkan ke milik Ryoga.
"Aaasshh...hh" Ryoga mendesah sangat merdu ditelinga Ryouga, jantungnya berdebar sangat cepat, tubuhnya panas sekali.
"Hh..Ahh.. ini belum akhir" Ryoga mendorong Ryouga lagi, kini posisinya sangat menguntungkan Ryoga,
"Hahaha, tak kusangka kau limbung begitu" Ryoga tertawa melihat Ryouga tengkurap dihadapannya, tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini, Ryoga langsung memasukkan miliknya ke lubang Ryouga.
"Hah!? cuma segitu kekuatanmu?" ejek Ryouga.
"K..kau.." belum selesai Ryoga menikmati kejayaannya berada diatas Ryouga, Ryouga kembali menukar posisi, dengan Ryoga yang tengkurap dibawahnya.
"Sudahlah, kau menyerah saja.. Aku ini semenya" ucap Ryouga bangga,
"Aku tidak akan meny.. AKHHH!!" Ryoga meremas sprei dan menggigit bibir bagian bawahnya untuk menahan sakit saat milik Ryouga memasuki tubuhnya secara paksa, tangan Ryouga meraba bagian dada Ryoga.
"Hei, angkat badanmu" perintah Ryouga, mungkin karena lelah Ryoga hanya menurut, dia menumpu badannya dengan kedua lengannya, tangannya masih meremas sprei dengan kuat. Lagi-lagi Ryouga memasukkan miliknya secara paksa ke tubuh Ryoga, memaju mundurkan miliknya untuk memuaskan dirinya.
"AKHhh.. hh..L..lebih cepat ryo~" kata-kata itu terlontar dari mulut Ryoga,
"Ha!? jadi.. sekarang kau mengakui aku yang seme kan?"
"Sekarang tak ada hubungannya dnegan itu, cepat lakukan saja"
"Mmm.. aku mau tidak ya.." goda Ryouga,
"Cepatlah, Ryo~ aku mohon" pinta Ryoga.
"Huh, kau jadi lemah begini, padahal awal tadi kau ngotot sekali" Ryouga menuruti permintaan Ryoga, dia memasukkan miliknya secara perlahan.
"Aku bilang lebih cepat .."
Ryouga mengeluarkan miliknya dari lubangnya Ryoga,
"Apa yang kau lakukan? aku bilang.. AKKHH!!" lagi-lagi Ryouga memasukkan miliknya dengan paksa, lalu memaju mundurkan miliknya lebih cepat, Ryouga tidak menghiraukan desahan dan teriakan Ryoga yang semakin mejadi-jadi. Ryouga terus memanjakan miliknya dan dirinya, keringat mulai bercucuran di dahinya, dia sudah lelah tapi dia masih belum puas.
"Arghh.. haahhh.. Ryouga, lebih kedalam lagi.." pinta Ryoga, Ryouga memaksa miliknya untuk mesuk lebih dalam lagi.
"Ahh..hhahh..hah..hh.." desah Ryoga kini tangannya Ryouga mulai bermain dengan kedua pentil yang ada di dadanya, memijat-mijatnya pelan.
"Ahh..hahh..hhahwwn..nn.." desahan Ryoga semakin tidak karuan, Ryouga masih sibuk dengan aktifitas bagian bawah mereka. Sementara tangan Ryoga yang satunya memegang miliknya sendiri utnuk menambah sensasi yang lebih.
"Hh..aku sudah tidak kuat, aku keluarkan ya" ucap Ryouga mulai lelah, dan sesuatu dari miliknya mulai keluar, sementara milik Ryoga sudah daritadi mengeluarkan cairan kental itu.
"Aahhh...hahh.. nnnn..." desah Ryoga begitu merasakan sesuatu masuk ke dalam tubuhnya, sebagain daricairan itu keluar disekitar lubangnya.
Ryoga yang melihat milik Ryouga yang telihat licin dan sexy itu, lalu mengulumnya dalam-dalam, sementara Ryouga hanya tersenyum melihat Ryoga memainkan miliknya.
~*~*~*~
"Haaahhh~" Ryoga menghelas nafas, dia masih terbaring dikasur, sebagian tubuhnya tertutup selimut.
"Jadi, siapa semenya?" tanya Ryouga sudah memakai pakaiannya kembali.
"Huh, aku tidak peduli" jawab Ryoga masih enggan mengakui Ryougalah semenya.
"Tidak apa-apa aku tinggal seperti ini?" tanya Ryouga,
"Kau mau kemana?"
"Aku ada janji dengan Reno hari ini"
"Mau main dengannya?"
"Mungkin.."
"Dia beruntung memilikimu,"
"Ha!?"
"Dia berutnung memiliki orang yang paham bagaimana membuat lawannya puas"
"Jadi kau puas?"
"A.. tidak juga," jawab Ryoga masih tidak mau mengakui.
"Sejujurnya, aku yang puas dengan Reno"
"Jadi kau ukenya Reno?"
"Kadang-kadang, dia ngotot sepertimu ingin menjadi seme"
"He--!?"
"Aku ingin keluar dulu, jaga apartemenku ya" Ryouga kini melangkahkan kakinya ke pintu depan, lalu menghilang di balik pintu.
owari~
owari~
-___- hahahah gaje sangat~
ini fanfic smut pertama sayah, maap saya masih belum mengetahui cara membuat fanfic smut yang baik dan benar #plakplok
dan pembaca (emang ada yang baca?) mohon komen(g)nya ya~~ XDDD lol


*darah muncrat ke segala arah ppenjuru dunia (?)
BalasHapusAstagaa ganas sekali permainana merekaa *Q*
Agak bingung sih awalnya bedain Ryou dgn Ryo XD
Tp mulai ketengah jd terbiasa lol
Ini smut pertama aii? Ko kaia uda expret banget XDDD
wkwkwk
Miru suka! Seruuu!!! >w<
Akhirnya ada jga fic semeXseme khukhukhu
Dr awal uda keliatan ryouga yg seme >D
=w= hohoo~~
BalasHapuslain kali aku bikin yang panjang(??) XDD
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapuspengen bacaaaa,, tapi takut nggak kuatttt XD #joget ala 7 icon
BalasHapushaish, sok polos banget sih, aq ini.. ==;;
ntar aq balik lagi buat bacaaaa XD #plak ^^v
=w= ufuuh ini juga fic smut pertama~
BalasHapusjadi masih alim(??) nulisnya XDD