WELCOME

yang baca fanfic Big Brother bersama ViViD dan alice Nine jangan lupa ikut poling buat siapa yang nanti bakal di deportasi XDD nyahaha~
biar adil gitu, jadi yang baca juga bisa ikutan nentuin sapa yang bakal keluar~~

Remember ! Don't forget to vote for BigBro bersama ViViD & Alice Nine
I'll post all my fanfic here. ENJOY! :DD

Kamis, 07 Juli 2011

Fanfic : Play With You

FANFIC

Title : Play With You
Author : Aii/Ella/Hikaru Raira
Rating : NC17
Genre : Smut
Chapter : Oneshot
Band : ViViD
Pair : Ryouga x Reno
Disclaimer : Ceritanya udah pasti milik saya, beserta orangnya deh XDD /plakplok

Warning : Shoi-ai aka male x male, yang alergi jangan baca XDD /bahbah



Reno mematikan video yang baru saja ia tonton, ia tidak menyangka akan menyewa film yang porno begitu. Yah, baru saja Reno mononton Blue Flame (okeeeh abaikan sedikit kegajean ini), yah tau lah video 'itu' isinya cowo dengan cowo.


"Aarghh, kenapa aku jadi begini" Reno membanting tubuhnya ke kasurnya yang empuk lalu memejamkan matanya, kini otaknya berfantasi dengan imajinasi dirinya dan Ryouga melakukan hal yang baru saja ia tonton.
"Enggak! Enggak! Ngapain aku mikirin begituan,bisa-bisa aku dibenci Ryouga kalau sampai ketaun berimajinasi begitu" Reno menepuk-nepuk kepalanya yang mulai berfikiran yang aneh-aneh. Tapi semakin tidak ingin dipikirkan fantasi itu terus memenuhi otak Reno,

"Ahhh.." kini Reno menikmati sendiri fantasinya, tangan kanannya mulai merogoh masuk kedalam celananya sendiri meremas-remas miliknya  agar sensasi itu semakin terasa. Semiakin lama Reno semakin terbawa imajinasinya sendiri, ia mendesah tak karuan, berguling kesana kemari tangannya yang lain masih memegang miliknya yang menegang membayangkan fantasinya.

Tiba-tiba, tersengar suara ketukan pintu di depan pintu apartemen Reno,


"Hh.. siapa sih, mengganggu saja" Reno bangkit dari kasurnya, sedikit merapihkan diri lalu melihat siapakah tamu yang berani mengusik kebahagiaan fatasinya.


"R..Ryouga" Reno kaget setengah mati, begitu dia mengintip dibalik lubang kecil di pintunya. Ternyata tamu itu adalah Ryouga, orang yang baru saja dia imajinasikan sebagai partner sex dalam fantasinya. Reno panik sekali, dia sedang dalam kondisi yang amat sangat berantakan.

"Reno, kau ada di dalam?" teriak Ryouga dari luar sambil sesekali mengetuk kembali pintu apartemen Reno.

"I..iya, tunggu sebentar" jawab Reno setengah berteriak, kini dia berlari ke kamar mandi utnuk membersihkan diri, tapi dia berfikir kasihan menyuruh Ryouga lama menunggu di luar.


"Ano, kau masuk saja Ryouga! pintunya tidak di kunci" teriak Reno dari dalam kamar mandi.



"Aku masuk ya," Ryouga membuka perlahan pintu apartemen Reno, lalu masuk kedalamnya. Ya, kamarnya memang berantakan, mungkin bisa dibilang sangat berantakan.
"Kamu dimana Reno?" tanya Ryouga, mencari sosok partner bermain gitarnya itu.

"A..aku di kamar mandi, maaf aku mandi dulu.. Cuaca panas sekali hari ini.." Reno asal menjawab, di dalam kamar mandi dia sangat berdebar-debar, dia ingin membersihkan diri namun pikiran kotornya masih memenuhi otaknya.


"Ahh..hh" lagi-lagi Reno memuaskan hasratnya di dalam kamar mandi sendiri, dia memegang miliknya yang menegang. Tubuhnya panas, padahal kini tubuhnya sudah terguyur oleh air shower yang dingin.
"Siaal, kenapa harus begini" Dengus Reno pelan, dia tidak mau Ryouga tau sekarang dirinya sedang memikirkan sesuatu yang mungkin bisa menghancurkan pertemanan mereka.


Sementara itu Ryouga masih melihat-lihat kamar Reno, sesekali membersihkan beberapa barang yang tergeletak dengan asal di lantai. Tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah tape video yang masih menyala,
"Apa ini," Ryouga mencoba menyalakan video itu, namun baru beberapa detik dia melihatnya Ryouga langsung mematikannya lagi.

"Reno, kau.."



~*~*~*~

"Ahhh..hh..Ryou..ga.." Reno semakin mengeraskan suara desahannya yang semakin tak tertahankan, tangannya sibuk dengan miliknya, meremas-remasnya lalu mengocoknya. Tanpa Reno sadari Ryouga melihat aktifitas Reno yang err.. mesum itu. Perlahan Ryouga memasuki kamar mandi yang pintunya tidak terunci itu, melihat bayangan Reno yang terhalang kaca yang berembun.

"Hhh..hh..Aahh.. Ryouga" Reno bersandar di dekat shower sambil memejamkan matanya, membiarkan kepalanya terguyur air dingin berharap pikiran panas itu hilang dari otaknya.


Ryouga mendekati Reno yang bersandar di tembok, dengan cepat bibirnya menyambar bibir Reno. Sementara tangannya yang lain menjamah dada Reno, Reno langsung membuka matanya kaget melihat Ryouga orang yang baru saja ada di fantasinya kini berada di depan matanya.



"Ry..Ryouga, Ahh.." Desah Reno, begitu Ryouga melumat pentil miliknya,

"Kita lanjutkan diluar.." ajak Ryouga sambil memberikan handuk kepada Reno, Reano hanya diam mencoba menuruti Ryouga. Dia tidak bisa menolak, memang ini yang dia inginkan, daripada harus terus berfantasi sendiri lebih baik langsung dengan orangnya.



Ryouga berdiri disebelah ranjang Reno sambil mengelap tubuhnya yang basah, smenetara itu Reno sudah duduk di ranjang menunggu Ryouga, entah kenapa jantungnya semakin berdebar-debar.

"Ano, Ryouga.. Kamu tidak marah kan?" tanya Reno khawatir, dia takut Ryouga marah. Reno berfikir tak apa-apa Ryouga melakukannya dengan reno hari ini, tapi besok bisa saja Ryouga tidak mau bertemu dengannya lagi.

"Kenapa harus marah? Kau menyukaiku kan?" Tanya Ryouga kini mendekati Reno yang terduduk di kasur dengan tubuh polos. Sebuah anggukan dari Reno menjawab pertanyaan Ryouga, Ryouga tersenyum lalu mencium lembut bibir Reno.


Ryouga mendorong pelan tubuh Reno, lalu mulai melumat bibir Reno, sementara tangannya yang lain berusaha melepas pakaian bawahnya. Dari bibir, Ryouga beralih ke leher Reno, disana dia membuat tanda merah. Setelah menanggalkan pakaiannya sendiri Ryouga mendekatkan miliknya ke wajah Reno.


"C'mon, suck my dick" ucap Ryouga menyodorkan miliknya. Reno menurut, dia mengulum milik Ryouga, mengulumnya seperti sedang memakan lolipop. Ryouga tersenyum kecil, melihat Reno lihai memainkan lidahnya, tapi Ryouga butuh sensasi yang lebih. Dia emndorong miliknya lebih masuk ke dalam mulut Reno.

"Uhukk.." Reno terbatuk begitu milik Ryouga lebih dalam masuk ke kerongkongannya. Ryouga mengelurkan miliknya dari mulut Reno yang basah, kini bibirnya menyambar bibirnya Reno lagi, menjilat sekitar bibirnya yang basah, tangan kanannya memegang milik Reno, meremasnya sampai Reno mengeluarkan serangan yang lumayan keras.


"Ahh...hh..Ryou.." Reno mendesah ditelinga Ryouga, Ryouga masih sibuk menjilati leher putih milik Reno, Tangan kanannya masih berkutat dengan milik Reno, sementara beberapa jarinya mencoba masuk ke lubangnya Reno.


"Lebarkan kakimu Reno," Ucap Ryouga pelan, Reno hanya menurut dia membuka kakinya lebar-lebar. Dalam hitungan detik Ryouga memasukkan jarinya ke lubangnya Reno.



"Aahhh.....Hhh..."




Dirasa lubang milik Reno sudah agak lebar, Ryouga mempersiapkan miliknya, Ryouga memijat mijat miliknya.

"A..ano.. Ryouga, bermainlah dengan lembut" pinta Reno


"Jangan khawatir," Ryouga mulai memasukkan miliknya ke lubangnya Reno secara perlahan,


"AAHhhhh...HHhh......" Reno emnggigit bibir bawahnya ,meremas sprei dan bantal yang ada di dekatnya untuk mengurangi rasa sakit.
"Sepertinya kita tidak bisa melakukannya dengan posisi seperti ini, balikkan badanmu" perintah Ryouga, Reno menurut, dia membalikkan badannya, menumpu badannya dengan kedua sikunya.

Ryouga mulai memukkan lagi miliknya ke tubuh Reno,


"AARGHHHH...HHHhh.." Reno mengerang cukup keras, Reno merasakan sakit sekaligus nikmat yang luar biasa. Kini Ryouga mulai memaju mundurkan miliknya dengan cepat, membuar Reno semakin mengeraskan erangannya.

"AAhhhhh...Hhh..hh.." Reno berusaha menahan sakitnya, air mata mulai menggenang di sekitar matanya.


"R..hh..Ryou..Hhh..hh..s..sakit.." Reno berusaha berbicara, tapi Ryouga terus memuaskan dirinya.Tangan kiri Ryouga kini memainkan milik Reno, meremas-remasnya. Lidahnya bermain di punggung Reno, menikmati setiap inci tubuh seksi itu.


"Hh..Ryouga, sa..sakit.." Reno kembali membuka suara lagi,
"Tahanlah sebentar Reno," Ryouga memperdalam jangkauan miliknya di dalam tubuh Reno, memaju mundurkan miliknya lebih cepat, dan lebih cepat.


"Ahh..hh..."

Ryouga menggigit bagian bawah bibirnya sendiri, berusaha memperdalam lagi jangakauannya. Reno yang ada dibawahnya semakin merasakan sakit yang luar biasa. seakan akan punggungnya ingin ikut remuk.
"Reno, I'm gonna start moving"

Ryouga mempercepat lagi gerakannya, Renoberusaha tidak mengerang, dia ingin menikmatinya juga. Reno juga bisa mendengar suara engahan Ryouga yang capek itu, membuat Reno senang, ternyata Ryouga puas dengan dirinya.



Reno mengocok miliknya sendiri hingga cairan kental itu keluar dari tubuhnya, tapi Ryouga belum mengeluarkannya.
Ryouga melebarkan kakinya sendiri agar mendapat kekuatan dorongan yang lebih kuat.



"AAARGGHHHHhh.." Reno tidak bisa membendung rasa sakitnya lagi, dia mengerang begitu Ryouga mencapai titiknya.Dengan hitungan detik cairan kental itu keluar dalam tubuh Reno, sebagian keluar melewati sela-sela lubangnya yang masih dhinggapi miliknya Ryouga.



Begitu Ryouga menarik Miliknya, cairan yang Ryouga keluarkan ikut berhamburan keluar, Ryouga terbaring lemas di sebelah Reno.



"Hhh..hh.. itu hebat sekali" ucap Ryouga tertawa.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Ryouga melihat bekas air mata di wajah Reno.
"Tidak apa-apa, aku senang aku melakukannya dengan Ryouga" jawab Reno tersenyum.

Ryouga tersenyum melihat reno yang tersenyum manis seperti itu, Ryouga mengecup pelan bibir Reno.




OWARI~
seperti biasa dikit -___-'')a
yah, mohon komen(g)nya yang baca~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar